Aku banyak berpikir ketika di rumah untuk mencari solusi agar keluargaku makin hari makin Islami.
Tapi kian hari kian mengundang amarah.
Sungguh, dakwah kepada keluarga sendiri itu lebih membutuhkan kesabaran.
Terlebih lagi kebiasaan mereka berkata kasar dan sering kali menyakiti hati yang mendengarnya.
Ya Allah.. Tolong hamba..
Bimbinglah hamba dalam berdakwah di rumah >.<
Tolong hamba dalam meningkatkan kesabaran.
Tolong hamba untuk tidak menuruti hawa nafsu.
Tolong hamba agar hamba tidak mengikuti nada bicara mereka.
Aku pun merenungi kejadian selama satu hari ini.
Sepertinya aku terlalu banyak bicara dengan amplitudo dan frekuensi yang tinggi sehingga aku merasa lelah sendiri.
Sepertinya aku terlalu meladeni mereka.
Padahal maksudku adalah untuk mendidik.
Itu karena yang paling berhak dan paling berkewajiban mendidik kurang peduli pada masalah ini.
Tapi sepertinya kata seorang ustadz benar.
Yang penting adalah teladan, bukan banyak bicara.
Ah tapi aku bingung, apakah aku harus diam saja ketika aku melihat kemungkaran terjadi di sekitarku?
Apalagi, mereka adalah adik-adikku ..T_T..
Aku harus berbuat apa?
Sepertinya aku butuh seorang lagi, yang asing, yang masih belum terlalu mereka kenal untuk menasihati dan membantuku berdakwah.
Halah, kesannya diriku sudah baik. Ya sudahlah, seperti apa pun kondisi keimanan diriku saat ini, aku hanya ingin kami semua bisa ber-Islam secara kaffah.
Tapi siapa orang itu? Ustadzkah? Bagaimana caranya aku mengundang ustadz?
Sempat kuusulkan kepada ibu bapakku, tapi mereka mengkhawatirkan biaya transpor atau tanda terima kasih yang harus diberikan kepada ustadz yang mau diundang itu, jika jadi.
Ya Allah aku sedih dengan keadaan keluargaku.. Tapi, nyatanya tarbiyah itu sulit diperoleh. Di sekolah adik-adikku, mentoring tidak sampai pada adik-adikku.
Pertama, yang pasti, aku mohon pada-Mu ya Allah, jangan cabut rasa nikmat yang telah kudapatkan ketika mengingat-Mu dan jangan biarkan aku menjauh dari-Mu, serta jagalah aku dari berbuat maksiat >.<
Selanjutnya aku mohon, berilah keluargaku hidayah dan taufik-Mu :’(
*blog ini lebih banyak curcolnya ya ternyata ^^V